Makna Usia 40 Tahun, Gerbang Transformasi Munuju Khusnul Khotimah
Agen Tasbih Kaukah | Grosir Kaukah Murah
Jual Tasbih Kaukah | Tasbih Kaukah Murah
Usia 40 Tahun merupakan peristiwa penting yang sarat makna yang bagi perjalanan hidup seorang insan di dunia ini. Selayaknya puji dan syukur, Alhamdulillah Rabbi al Amien terucap
apabila kita telah diberi kesempatan mereguk kehidupan dunia ini pada
usia yang ke 40 tahun dst. Istimewanya apa ya usia 40 tahun itu?
filosofi atau dalam pandangan Agama Islam? .............
Perjalanan hidup seekor rajawali mulai dari telur, dierami, menetas, bayi rajawali, belajar makan, belajar terbang, belajar berburu, dst hingga mencapai usia 40 Tahun. Apabila kita yang akan atau sedang mengalami momen istimewa, usia 40 tahun, maka akan jauh lebih baik melakukan refleksi diri. Salah satunya dengan belajar dari alam yaitu kehidupan rajawali, perjalanan kehidupan dari burung rajawali semoga bisa menjadi inspirasi yang menarik untuk kita.
Burung Rajawali adalah jenis unggas yang
mempunyai umur/harapan hidup cukup panjang yaitu hingga bisa mencapai
70 tahun. Untuk dapat mencapai usia tersebut maka secara alamiah sekor
Rajawali melakukan ritual tertentu pada usia 40 tahun. Pada saat Sang
rajawali umur 40 tahun, ketika cakar-cakarnya sudah tua dan merapuh,
paruh agak panjang dan bengkok mengarah ke dada. Sayap telah ditumbuhi
bulu yang lebat dan tebal sehingga menjadi beban berat, dampaknya adalah
terganggunya fungsi normal untuk aktifitas yaitu terbang melanglang
buana.
Ketika memasuki usia 40 tahun, Sang
rajawali mempunyai 2 (dua) buah pilihan: 1.seiring bergulirnya waktu
hanya menunggu proses kematian datang 2. Melakukan sebuah proses ritual
tertentu (transformasi) yang memakan total waktu sekitar 5 bulan atau
150 hari, proses yang cukup menyakitkan tapi harus dijalani dengan sabar
agar kembali muda dan mampu bertahan hidup hingga 30 tahun lagi.
Beberapa pendapat menyebut Sang rajawali yang sudah bertransformasi
disebut: Garuda.
Ritual transformasi menuju Garuda
dilakukan dengan terbang menuju sebuah puncak gunung atau bukit untuk
membangun sarang, umumnya di tepi jurang agar aman. Rajawali tinggal
dipadepokannya selama proses transformasi ini berlangsung. Aktifitas
yang harus dilakukan adalah mematuk-matukkan paruh panjangnya pada
sebuah batu sampai paruh terlepas, lalu dengan sabar menunggu tumbuhnya
sebuah paruh baru. Lalu dengan senjata paruh yang baru tersebut,
rajawali akan mencabuti cakar-cakarnya satu persatu.
Sebuah proses kepada diri sendiri yang
tentu sangat sengsara dan menyakitkan. Beberapa saat dia harus menunggu
kembali sampai tumbuh cakar/kuku baru yang kuat kembali dan lebih muda.
Proses selanjutnya dengan menggunakan cakar baru tersebut, rajawali
harus mencabuti lebatnya bulu badannya, tentu ini juga sebuah proses
yang panjang dan menyakitkan. Sebuah perjuangan yang keras yang
membutuhkan keberanian dan kesabaran, karenanya tidak semua rajawali
yang dapat bertransformasi dengan baik, sebagian mati ditengah proses!
Tuntutannya jelas, kalau paruh tidak ada maka bgmn makan? Kalau cakar
nggak ada bagaimana menangkap mangsa? Kalau sayap rontok bagaimana
berburu makan? Tentu hanya “kedewasaan” rajawali yang bisa mengatasi
masalahnya selama 5 bulan.
Sesudah bertransformasi maka Garuda
telah hadir dengan bulu sayap yang baru sehingga kembali dapat terbang
berburu mencari penghidupan. Demikian pula paruh dan cakar juga baru
yang akan menemani garuda meniti lanjutan kehidupan sampai 30 tahunan.
Jadi sang Rajawali telah mengambil keputusan besar untuk sebuah
transformasi: ikhlas membuang semua kebiasaan/potensi buruk diri, dengan
perjuangan menghempaskan beban lama untuk membuka era baru, dan siap
dan yakin menatap masa depan yang gemilang.
Usia 40 tahun dalam Islam disebut secara jelas dalam Al-Qur’an dan Al Hadist, sehingga hal ini bisa kita pelajari dan pahami untuk kita ambil hikmahnya.
Usia 40 tahun merupakan hal yang istimewa, sebagaimana disebutkan Allah SWT telah dalam Al-Quran Surat Al-Ahqaf Ayat ke 15 yang artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nimat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS.46:15).
Usia 40 tahun Muhammad Rasulullah SAW
diutus sebagai nabi, sehingga hal ini menginspirasi peradaban keinian
menjadikannya sebagai dustur (undang-undang, yaitu syarat untuk
pemimpin-pemimpin Negara atau menteri. Bahkan rata-rata para pemimpin
diseluruh dunia saat menjadi presiden/raja di atas 40 tahun.
Usia 40 tahun juga mempunyai
keistimewaan dan termaktub dalam hadist Nabi SAW diriwayatkan oleh Imam
Ahmad, “Seorang hamba muslim bila usianya mencapai empat puluh tahun,
Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).
Jika usianya
mencapai enam puluh tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa
kemampuan kembali (bertaubat) kepada-Nya. Bila usianya mencapai tujuh
puluh tahun, para penduduk langit (para malaikat) akan mencintainya.
Jika usianya mencapai delapan puluh tahun, Allah akan menetapkan amal
kebaikannya dan menghapus amal keburukannya.
Dan bila usianya mencapai
sembilan puluh tahun, Allah akan menghapus dosa-dosanya yang telah lalu
dan dosa-dosanya yang belakangan, Allah juga akan memberikan pertolongan
kepada anggota keluarganya, dan Allah akan mencatatnya sebagai ‘tawanan
Allah di bumi.”
Pada Hadist diatas telah menyebut pada
usia 40 tahun Allah akan meringankan hisabnya, hal ini dikarenakan
kepemilikan sifat istiqamah dalam pengabdian dan ibadah kepada Allah
SWT. Usia sebelum 40 tahun bukannya tidak bisa melakukan hal tersebut,
namun dibanyak kasus masih belum stabil pada suasana atau keadaan yang
mantap. Kedewasaan biasanya menyertai anak manusia pada usia 40 tahunan.
Sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Qotadah
RA berkata, “Bila seseorang telah mencapai usia 40 tahun, hendaklah
berhati-hati.” Hal yang lain disampaiakan Abdullah bin Abbas RA dalam
riwayat menjelaskan, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal
kebajikannya tidak unggul mengalahkan amal keburukannya, hendaklah ia
bersiap-siap ke neraka.”
Dua nasihat tersebut hendaknya menbuat
para pemilik usia 40 tahun semakin waspada dan hati-hati dalam bertindak
tanduk, harus terus berupaya meningkatkan amal kebajikan. Konsentrasi
untuk beribadah dengan mengalihkan aktifitas lebih banyak untuk kegiatan
rohaniah. Kisah Imam Asy-Syafi’i pada saat usia 40 tahun, beliau
berjalan dengan memakai tongkat. Ketika beliau ditanya kenapa, jawabnya,
“Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat
diriku sekarang ini seperti seekor burung yang di penjara di dalam
sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya yang
masih melekat dalam sangkar. Keadaanku sekarang seperti itu juga.”
Islam mengkatagori usia manusia menjadi
empat yaitu: 1). kanak-kanak (thufuliyah), 2). masa muda (syabab),
diawali pada usia pasca baligh sampai usia 40 tahun. 3). masa kuhulah,
masa dewasa, 4). keempat, masa tua (syaikhukhah), di saat manusia diatas
60 tahun.
Salah satu ulama masyhur, Imam Al Ghazali dalam salah satu kitabnya
Ayyuhal Walad : “Barangsiapa yang telah melampui usia 40 tahun sedangkan
kebaikannya tidak dapat mengalahkan kejahatannya, maka hendaklah dia
mempersiapkan dirinya untuk masuk ke dalam Neraka”
Dalam Al-Qur’an Surat Fathir: 37, Allah
berfirman: “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang
cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak)
datang kepadamu pemberi peringatan?”.
Makna nu’ammirkum, memanjangkan usia
dalam masa yang cukup, menurut Imam Ath Thabari yang dimaksud adalah
usia 40 tahun. Menurut Imam Mujahid , ia mendengar Ibnu Abbas mengenai
ayat tersebut, yang dimaksud adalah usia 40 tahun. (dalam Tafsir Ath
Thabari dan Ibnu Katsir).
Usia 40 Tahun, Apa Yang Harus Dilakukan
Usia 40 tahun telah atau akan anda lewati apa yang bisa dilakukan? Beberapa anjuran adalah sebagai berikut:
1. Melakukan Taubat
Ibnu Katsir menjelaskan ayat Fathir: 37,
”sebuah bimbingan bagi orang yang telah mencapai usia 40 tahun, yakni
agar ia memperbarui taubatnya dan kembali kepada Allah, serta bertekat
untuk itu semua”.
Salah satu ibadah yang dilakukan secara rutin atau berkala adalah sholat taubat, sehingga taubat yang dilakukan semakin bermakna dalam dan membawa perubahan yang fundamental.
2. Bersyukur dan memperbanyak doa
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah
Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam atas hamba dan utusan-Nya, Nabi
Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam , keluarga dan para sahabatnya.
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaf: 15)
3. Mempersiapkan kematian
Menunggu apalagi? Bukankan disekitar kita sudah begitu banyak orang yang meninggal usia bayi, usia anak-anak, atau yang belum berusia 40 tahun. Mumpung diberikan kesempatan untuk bisa beribadah.
Imam Malik berkata, ”Aku mendapatkan para ahli ilmu di negeri kami, mereka mencari dunia dan berbaur dengan manusia, namun ketika di antara mereka sudah mencapai usia 40 tahun maka mereka akan memisahkan diri dari orang banyak dan menyibukkan diri dengan persiapan untuk hari kiamat hingga ajal menjemput mereka”.

